WELCOME TO SPEAK OUT.

IT IS PSYCHOLOGY STUDY CLUB UNIVERSITY PERSADA OF INDONESIA Y.A.I

JOIN WITH US ...

Selasa, 06 Juli 2010

Speak Out session 1 (21 May 2010)

SIGMUND FREUD

Kecemasan


Reaksi umum individu terhadap ancaman-ancaman rasa sakit dan perusakan dari luar yang tak siap ditanggulanginya adalah menjadi takut. Menghadapi ancaman biasanya orang merasa takut. Kewalahan menghadapi stimulasi berlebihan yang tidak dikendalikan oleh ego, maka ego menjadi diliputi kecemasan.
Dalam teori kedua tentang hidup psikis, ego merupakan asal-usul mekanisme perthanan. Kecemasan dapat dipandang sebagai tanda bahaya (setengah biologis, setengah psikologis) yang mengerahkan mekanisme ini. Mula-mula Freud memandang kecemasan neurosis sebagai libido yang ditransformasikan. Dengan kata lain, kecemasan terjadi karena libido terbendung akibat represi. Dalam buku Inhibisi, Gejala, dan Kecemasan pandangan ini diubah. Ego bukan saja mengalami kecemasan, tetapi juga secara aktif dapat membangkitkan kecemasan agar mekanisme pertahanan dijalankan. Jadi, ego bukan saja merupakan tempat berlangsungnya kecemasan, melainkan juga pelaku kecemasan. Dengan demikian dalam teori kedua tentang kecemasan peranan ego bertambah besar.
Freud membedakan tiga macam kecemasan
1. Kecemasan realitas
Tipe pokoknya adalah kecemasan realitas atau rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar; kedua kecemasan lain berasal dari kecemasan realitas ini.
2. Kecemasan neurotik
Rasa takut akan insting yang akan lepas dari kendali dan menyebabkan sang pribadi berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan akan insting-insting itu sendiri melainkan ketakutan terhadap hukuman yang mungkin terjadi jika suatu insting dipuaskan. Kecemasan neurotik memiliki dasar dalam kenyataan, karena dunia sebagaimana diwakilkan oleh orang tua dan berbagai autoritas lain akan menghukum anak jika ia melakukan tindakan-tindakan impulsif.
3. Kecemasan moral
Rasa takut terhadap suara hati. Orang-orang yang superegonya berkembang dengan baik cenderung merasa bersalah jika mereka melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma moral dimana mereka dibesarkan. Mereka mengatakan mendengarkan bisikan suara hati. Kecemasan moral juga mempunyai dasar dalam realitas, di masa lampau sang pribadi pernah mendapat hukuman karena melanggar norma moral dan bisa dihukum lagi.
Fungsi kecemasan adalah memperingatkan sang pribadi akan adanya bahaya, ini merupakan isyarat bagi ego bahwa kalau tidak dilakukan tindakan dengan tepat maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan. Kecemasan adalah suatu keadaan tegangan, ia merupakan suatu dorongan seperti lapar dan seks, hanya saja ia tidak timbul dari kondisi-kondisi jaringan di dalam tubuh, melainkan aslinya ditimbulkan oleh sebab-sebab dari luar. Apabila timbul kecemasan maka ia akan memotivasikan sang pribadi untuk melakukan sesuatu. Sang pribadi bisa lari dari daerah yang mengancam, menghalangi impuls yang membahayakan atau menuruti suara hati.
Kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut dengan traumatik. Ia akan menjadikan sang pribadi dalam keadaan tak berdaya, serba kekanak-kanakan.
Pada saat lahir, manusia mengalami kecemasan pertama, yang menjadi model bagi setiap kecemasan lain di kemudian hari, tetapi dalam hal ini Freud tidak rela mengikuti kesimpulan yang ditarik oleh muridnya, Otto Rank (1884-1939) dalam bukunya Trauma Kelahiran (1924). Menurut Rank, semua neurosis dapat diasalkan dari kelahiran sebagai trauma yang pertama dan terdalam. Dengan demikian Rank tidak lagi memerlukan peranan kompleks oedipus bagi terbentuknya neurosis. Freud menolak konsekuensi-konsekuensi itu tetapi tetap mengakui hubungan antara kecemasan dan kelahiran.
Jabang bayi (neonatus) diterpa secara bertubi-tubi oleh stimulus-stimulus dan dunia yang belum dikenalnya dan terhadap mana ia belum mampu menyesuaikan diri. Bayi membutuhkan lingkungan yang terlindungi agar egonya mempunyai kesempatan untuk berkembang sampai ia dapat menguasai stimulus-stimulus yang kuat dari lingkungan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik. Inilah yang disebut mekanisme-mekanisme pertahanan ego.

Hal – hal yang masih didiskusikan dalam SPEAK OUT adalah

• Apakah insting laki-laki dengan perempuan berbeda?
• Insting mati: orang itu mempunyai kecenderungan untuk mati
• Contoh insting mati adalah depresi
• Insting mati dialami dalam keadaan sadar dan tidak sadar?
• Apa insting mati dialami dalam kondisi tahu atau tidak tahu?
• Insting mati itu menhilangkan eksistensi sesuatu yang menggangu.
• Apakah tindakan agresi pasti tindakan sadar?
• Apa itu insting mati?
• Bagaimana dengan alam prasadar?
• Alam bawah sadar dan tidak sadar sama atau tidak?
• Apakah psikopat itu sangat cerdik?
• Id tidak akan hilang tapi berubah.
• Perbedaan dan kesamaan dari kecemasan, trauma, phobia?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar